PHK Part 1
Jadi ceritanya tiba-tiba kantor tu ngadain psikotes, yg gak lulus diphk. Kerja udah 15thn, diphk karena gagal psikotes. Gak dikasih tau juga indikator lulusnya apa. Gak ada konseling ulang. Gak boleh melihat hasil psikotesnya. Tiba-tiba ada surat pemanggilan phk.
Plus disuruh bayar penalty kontrak yg masih sisa 4thn. Ini masih dalam pengajuan banding juga. Siapa juga yang mau phk, di kontrak juga gak ada ketentuan ganti rugi karena gak lulus psikotes. Mana reference letter gak bisa keluar kalau urusan belum selesai. Sedangkan mau melamar ke tempat lain, perlu reference letter.
~Lagi jemur baju~
Paitua : "Tukang kerupuk lama amat liburnya. Gak datang-datang ya. Jangan-jangan udah gak jualan lagi"
Aku : "Iya ya. Gak lolos psikotes juga kali dia trus diphk wkwkwkwk"
Lalu kami ngakak bareng. Roastingan kayak gini tuh sering. Gak semua orang punya kelapangan hati untuk menertawakan ujian hidup.
Tapi adakalanya aku tau dia khawatir.
Lagi nonton film "Kaka Boss". Filmnya tentang seorang Bapak (orang timur) berprofesi sebagai debb collector, yang pengen berubah profesi jadi penyanyi (padahal suaranya fals parah) biar anaknya bangga. Karena teman-teman anaknya anggap bapaknya itu preman.
Di akhir film ada adegan bapaknya nyanyi rap + dance hiphop dengan lirik kayak gini :
"Hidup memang keras, tapi Tuhan tidak lepas. Maju terus tak pernah mundur. Semua usaha mencari-mencari. Biar apa? Biar anak bangga! Kita Bapak, kuat jiwa dan tenaga.Biar apa? Biar anak bangga! Kita Bapak, kuat jiwa dan tenaga."
Dalam diamnya, aku tau matanya berkaca-kaca.
Ujian tiap keluarga tu beda-beda kan ya. Kami tuh terbiasa mengurus semua sendiri, gak ngerepotin orang lain (keluarga besar pun tidak. Sama-sama sandwich generation juga).
Btw,anak-anak tu pengertiaaannn banget. Mereka tiba-tiba baca buku banyak-banyak. Sehari bisa 3-5 buku dibaca. "Biar mama bisa preloved bukunya. Kita udah selesai baca kok."
Thal "mending papa buka restoran aja. Nanti Ia jadi managernya. Masakan papa enak-enak soalnya"
Papanya jawab "iya lah, siapa dulu yang ngajarinnn. Mamaaaa"
Aku "iya dong lulusan covid academy ya? Makanya jago masak sekarang wkwkwkwk" pas pandemi kemaren kan kita gantian, aku jualan, dia urus rumah (masak) dan ngurus anak 😄
We're the best family team, jadi no worries. What doesn't kill us, makes us stronger. Wish us luck yaaaa.
One day anak-anak akan bisa bertahan saat hidupnya sedang sulit. Karena kami sudah memberi contoh bagaimana menghadapi ujian hidup dengan tetap semangat dan resilient
Comments
Post a Comment