T.E.A Bercerita - Allen masuk SMP



Ya ampun gak kerasa ya kayaknya baru kemaren persiapan Els SMP, disini bulan September itu udah buka penerimaan siswa baru. Tau gak sih aku tuh kejar early bird kan soalnya bedanya jauh banget. Itu pagi dibuka pendaftaran, sore udah closed. Udah kek rebutan kursi apaan dah.


Ada yang bilang “Ran, kenapa gak di negeri aja? Sayang loh uangnya, mending dikumpulin buat kuliah” atau “Gak usah gengsi sok-sok-an di sekolah internasional. Sama aja masih SMP ini. Gak ngaruh. Yang ngaruh itu kampusnya” atau “Duh aku mah gak mau lah anakku sekolah di tempat mahal, ngeri lingkungannya gak sanggup”


Kalau melihat finansial emang keliatannya terlalu nekat ya. Dengan kondisi suami yang baru mulai full kerja lagi Januari tahun ini, sebenarnya masih ada banyak PR finansial 3 thn sebelumnya yang harus diberesin. Fyi, Allen gak masuk IS. National Plus aja bukan. Swasta biasa aja dengan biaya yang ‘masih bisa kuusahakan’. Tahun lalu aku pernah share kenapa aku milih sekolah itu.


But, ini bukan untuk gengsi atau pride. Aku dan suami sadar banget dengan perhitungan keuangan kami yang ngepas, rumah aja belum punya gitu ya, untuk meninggalkan warisan berupa harta benda ke anak-anak itu masuk prioritas no.2. Kalau bisa dikejar, tapi kalau rejekinya hanya sampai cukup dan tidak berlebih, yaudah. Pengeluaran terbesar (30% penghasilan) kami itu ada di pendidikan anak-anak. Kenapa? itu adalah legacy yang bisa kami berikan dan akan kami usahakan. Itu yang akan menjadi modal mereka untuk survive di masa depan. Bukan cuma pendidikan formal, tapi juga pendidikan karakter. Aku belum cukup puas kalau melihat sekolah negeri dekat sini.


Aku pernah liat sendiri anak orang kaya, warisan besar, gak lama habis semua. Karena itu orang tua banyak yang terfokus kepada meninggalkan warisan harta benda tanpa menyiapkan kemampuan anaknya untuk mengelola warisannya. Sehabis jatuh apa? Susah bangkit karena daya juang yang rendah. Tidak punya resilience. Ketangguhan untuk bangkit dari tantangan hidup. 


Intermezo, nyari jodoh juga gitu. Dulu aku dapet jodoh ya pas kuliah. I know he’s the one meski dia belum mapan ndak apa-apa. Cuma harus tangguh dan gak pemalas. Ada apapun didepan hayu kita lewatin bareng gitu ya.


Ada alasannya kenapa pendidikan yang bagus itu mahal. Dari kurikulumnya saja sudah beda, dari pengajar dan value yang ditanamkannya apalagi. Itu yang aku mau kejar, membentuk pola pikir dan karakter yang tangguh.


Ada yang takut anaknya jadi kebawa songong karena lingkungan sekolahnya orang kaya. Tau gak sih kebanyakan yang songong itu malah yang OKB, yang beneran kaya tu rata-rata malah pada humble dan gak suka pamer cuma dari cara dia ngomong juga keliatan kalau dia berduit, auranya bau uang gitu loh wkwkwkwk. Makanya cek lingkungan sekolah juga perlu, perhatiin aja di sekolahan ortu yang datang kayak gimana. Ambil sample sedikit udah mewakili populasi. Plus, kalau baru gitu aja kamu udah minderan gimana mau kaya beneran. Justru jaring relasi, belajar dari mereka, biar kecipratan cara cari duitnya. 


Soal anak nanti ikut-ikutan gaya hidup mewah, itu tergantung didikanmu. Ajarkan anak bergaya sesuai kemampuan dan belajar memilah mana kebutuhan mana keinginan (Meski mamaknya kadang suka keceplosan belanja pas payday sale wkwkwkwkwk). Ajarkan kalau pribadinya tidak tergantung dari apa kata orang. Lah di negeri aja banyak anak maksa harus punya hp terbaru dan motor keren padahal orang tuanya cuma buruh. Bukan tergantung sekolahnya, tergantung didikan orang tuanya.


Oh iya, kemaren aku ikut zoom tentang persiapan beasiswa kuliah ke luar negeri. Dan fun fact menarik ternyata biaya kuliah di luar negeri itu banyak yang lebih murah dibanding kuliah di dalam negeri. Ntar kushare yah, ntar kalau mood nulis lagi. wkwkwkwkwk. Aku lagi menikmati masa hibernasi, kadang muncul tapi seringnya sibuk di real life. Liat timeline juga sepi yow.


Threads tu bahasannya random banget, mana yang komen terlalu shallow n berisik yang pas baca tu “apa sih ni orang”. Ndak cocok buatku. Tiktok too much wkwkwkwk. IG masih oke. Banyak follow akun-akun bagus yang suka share info penting dan deep. Tua banget aku sekarang, hiburan gitu udah ga menarik karena dirumah anak-anaknya udah pada random dan absurb HAHAHAHAHAHA + lebih suka nonton film daripada scrolling. Insight melimpah. So, aku masih disini menulis ntah kalian masih disini atau gak. 


So, Hai semuanya. Aku akan coba sering menulis lagi ya.


Ps : itu foto minggu lalu pas Allen tes masuk. Dia udah diterima. Tinggal siapin kelulusan SD 😄

Comments

Postingan terpopuler

Mesin Jahit Portable Mini S2 bermasalah? Perbaiki sendiri yuk

Resign dari PNS

[Review] Laneige Water Bank series ~ Trial Kit