T.E.A Bercerita - komunikasi

 Els, 12y


"Ma, ada temen kakak kayaknya dia suka menyakiti diri sendiri deh. Apa dia stres ya?"


"Kamu tau dari mana?"


"Dia yang cerita ke kakak gitu. Itu loh teman kakak yang ortunya di US, dia kan tinggal sama tantenya disini. Dia pernah bilang gak pernah ngobrol sama orang tuanya. Terakhir tahun lalu katanya. Trus dia gak suka sama tantenya karena suka ngomel. Katanya hari ini dia dimarahin karena telat mandi. Jadi dia kayak punya pikiran bikin apa gitu pake gunting"


"Bikin apa?"


"Ya bikin ke tangan gitu. Biar sakit tangannya. Mana dia rencana kabur dari rumah lagi"


"Jadi dia ceritanya ke kamu?"


"Ya kan kakak emang diam dikelas. Kalau dia cerita ya kakak dengerin. Kalau yang lain kan heboh gak jelas gitu"


"Mmm, trus kamu jawab apa?"


"Ya gitulah, kayak kalau kita lagi ngobrol aja. Pokoknya intinya kalau lagi kayak gitu jangan menyakiti diri sendiri dan orang lain. Sama semangatin dia"


"Trus?"


"Yaudah gitu doang. Dia bilang senang karena ada kakak yang mau dengerin dia. Trus kakak jdi merasa 'wah kakak keren dan bijak sekali' biasanya kan kakak yang curhat ke mama sekarang kakak udah bisa jadi tempat curhat!"


Yayayaya 😂 ~ tapi ya ini sekalian reminder. Buat anak remaja khususnya cewek, yang punya kebutuhan untuk didengarkan (menghabiskan jatah kata per harinya), kalau mereka gak bisa cerita ke ortu, lalu teman pun kebanyakan cepu, gak ada yang bisa dipercaya, bahkan hal simple seperti diomelin telat mandi aja udah bisa jadi trigger buat blow up. 


Ayo sering-sering ajak anaknya ngobrol yak. Kalau anaknya gak suka ngobrol, coba dibangun lagi bondingnya. Se-introvert apapun anaknya (kayak els tu) mereka tu tetep punya kebutuhan untuk ngobrol. Kalau mereka gak suka ngobrol sama ortunya, berarti buat mereka ortunya gak masuk dalam inti inner circle mereka.

Comments

Postingan terpopuler

Mesin Jahit Portable Mini S2 bermasalah? Perbaiki sendiri yuk

Resign dari PNS

[Review] Laneige Water Bank series ~ Trial Kit